Semarang, 12 Oktober 2015

KPU Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Focus Group Discussion dan raker bersama KPU Kabupaten/ Kota yang menyelenggarakan Pilkada Serentak Tahun 2015 di Jawa Tengah, yaitu 21 KPU Kab/ Kota yang terbagi menjadi 4 tempat pelaksanaan yaitu di KPU Kota Surakarta dan KPU Kota Pekalongan (tanggal 5 Oktober 2015 ), KPU Kabupaten Grobogan dan KPU Kabupaten Purworejo (tanggal 7 Oktober 2015 ).

Dalam kegiatan tersebut KPU Provinsi Jawa Tengah  mengundang instansi terkait pada masing- masing kabupaten/ kota yaitu Desk Pilkada, Satpol PP, Panwas dan Polres. Tujuan dari diadakannya FGD adalah sebagai forum sharing informasi terkait hal-hal yang menjada kendala di lapangan khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan tahapan Pilkada Serentak, mengingat masih banyak  permasalahan yang muncul  oleh karena itu perlu ada suatu wadah kegiatan yang bertujuan untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan yang muncul serta sebagai sarana evaluasi yaitu melalui kegiatan FGD.

Yang menjadi pokok pembahasan dalam FGD maupun raker tersebut adalah permasalahan seputar kampanye, mutarlih, sosialisasi dan pembentukan KPPS. Untuk kampanye, yang paling banyak disampaikan oleh peserta FGD adalah masalah APK (Alat Peraga Kampanye ) seperti APK yang hilang, rusak, pengadaan atau pemasangan yang tidak sesuai dengan aturan. Dimana ketika penertiban dilakukan akan selalu bermunculan APK baru yang muncul dari hasil kreatifitas tim sukses masing-masing paslon sehingga bisa disebut sebagai APK liar. Untuk pemutakhiran data pemilih, pemeliharaan data sampai pada DPTb-1 sangat penting untuk terus dilakukan supaya hasil yang didapat menjadi lebih akurat dan uptodate, kemudian dalam usaha meningkatkan partisipasi masyarakat, KPU Kab/ kota sudah melakukan kegiatan sosialisasi sampai pada tingkat RT/RW.  Seluruh instansi yang terkait seperti Desk Pilkada, Polres, Satpol PP dan Panwas sepakat untuk mengawal setiap pelaksanaan tahapan Pilkada Serentak di Jawa Tengah Tahun 2015.