Jakarta, kpu.go.id – Untuk mendukung penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2017 yang akan memasuki tahap pencalonan, khususnya dari jalur perseorangan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melakukan Bimbingan Teknis Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon) kepada seluruh operator Silon serta anggota KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada pada Tahun 2017.

Bimtek yang dilaksanakan di Pusat Ilmu Komputer (Puliskom) Universitas Indonesia (UI) itu dimaksudkan untuk membekali para operator dan anggota KPU di daerah mengenai dukungan IT yang telah diupayakan oleh KPU RI dalam tahapan pencalonan, Jumat (29/7).

Andi Bagus Makkawaru, Kepala Sub Bagian Pencalonan & Penetapan Calon Terpilih Sekretariat Jenderal KPU RI yang memandu bimtek itu mengatakan, KPU RI telah menerima masukan KPU di daerah untuk menyederhanakan analisa kegandaan internal. Dari hasil masukan tersebut, aplikasi Silon Pilkada 2017 akan secara otomatis menghapus data pendukung pasangan calon (paslon) perseorangan yang data kependudukannya (nama; Nomor Induk Kependudukan; tanggal lahir; status pernikahan) seluruhnya ganda/identik.

“Khusus ganda identik kita sudah fasilitasi, sudah di akomodir akan otomatis terhapus. Jadi nanti operator tidak perlu check list satu-satu untuk menghapus, karena akan otomatis menyisakan 1 data pendukung saja,” kata dia.

Dengan sistem baru yang telah diakomodasi itu, operator Silon akan lebih singkat dalam melakukan analisa kegandaan internal.

Andi menambahkan, dalam analisa kegandaan internal ini, Silon akan menghasilkan 3 (tiga)output. Yang pertama Lolos; kedua Ganda Identik; ketiga Potensi Ganda.

“Hasil dari cek internal ada tiga, yang pertama lolos. Artinya dia tidak ganda, ini ideal. Yang kedua ganda identik, yaitu pendukung yang mulai dari nama, NIK, tanggal lahir, sampai status kawinnya sama semua. Hasil ketiga potensi ganda, potensi ganda ini adalah pendukung yang sama hanya NIK nya saja,” terang Andi.

Untuk hasil potensi ganda, operator Silon harus tetap memeriksa kegandaan tersebut secara manual melalui Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Nah untuk kegandaan ini kita tetap harus check list manual. Sebelum di cek manual, harus kita cek KTP nya. Ini satu hal yang tidak boleh kita lupa. Kemudian lihat juga tanggal lahirnya, alamat nya. Kalau memang itu adalah orang yang sama, aksinya sama dengan ganda identik, dihapus salah satunya,” lanjutnya.

Tiga Dokumen Untuk Verifikasi Faktual

Setelah melakukan analisa kegandaan internal dan eksternal, operator Silon dapat mencetak hasil analisa tersebut untuk keperluan verifikasi faktual oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS). Andi mengatakan ada 3 (tiga) dokumen yang perlu diserahkan oleh KPU di daerah pada saat verifikasi faktual.

Ketiga dokumen itu adalah formulir B1 – KWK (Daftar Nama-Nama Pendukung Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilu Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah) asli, serta KTP pendukung; Hasil potensi ganda internal; serta Hasil ganda eksternal.

Ketiga dokumen tersebut perlu diberikan, sehingga PPS memiliki data yang lengkap untuk mengecek indikasi kegandaan yang diberikan oleh masyarakat guna mendukung paslon secara baik dan benar.

“Jadi ada 3 dokumen yang diberikan ke PPS saat akan melakukan verifikasi faktual. Yang pertama B1-KWK asli sama KTP nya, kedua hasil potensi ganda internal juga dikasih ke PPS, karena itu juga akan diserahkan ke PPS untuk diverifikasi ‘ini jangan-jangan orangnya sama walaupun alamatnya beda’ jadi kalau ragu ada nama Andi bagus dan A. Bagus misalnya, itu harus diverifikasi faktual oleh PPS. Ketiga adalah hasil ganda eksternal,” jelas Andi.

Bimtek Penggunaan Aplikasi Silon hari ini (Jumat, 29/7) merupakan tahap pertama dari 2 tahap Bimtek yang akan dilaksanakan oleh KPU. Bimtek tahap 2 dengan tema serupa akan digelar besok, Sabtu, 30 Juli 2016 di tempat yang sama. Jumlah satuan kerja (satker) yang hadir dalam Bimtek tahap 1 sebanyak 69 satker, sedangkan Bimtek tahap 2 akan diikuti oleh 32 satker KPU yang akan melaksanakan Pilkada Tahun 2017. (rap/red. FOTO KPU/dosen/Hupmas)