kpu-jatengprov.go.id-Jakarta. Selama 3 hari, yaitu mulai tanggal 29 November sampai dengan 1 Desember 2016, KPU RI mengundang Divisi Teknis dan Operator SITUNG yang menyelenggarakan Pilkada Serentak Tahun 2017 se Indonesia untuk mengikuti Bimbingan Teknis Aplikasi SITUNG (Sistem Informasi Penghitungan Suara)  Pilkada Tahun 2017 yang berlangsung di Hotel Novotel, Jakarta . Persembahan Tari Hamukti Palapa yang menggambarkan keberagaman dan kerukunan budaya Indonesia menjadi suguhan pembuka pada acara tersebut, kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan acara yang ditandai dengan penabuhan gong oleh Ketua KPU RI, Juri Ardiantoro.

Dalam sambutannya, Beliau meminta agar semua penyelenggara Pemilu dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat awam terkait semua proses pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi hasil Pilkada, karena belajar dari pelaksanaan Pemilu 2014 dirasa masih banyak permasalahan yang ditemukan di beberapa daerah. Oleh karena itu  KPU harus mampu mengontrol semua proses dan menjadikannya sebagai proses terbuka, fungsi KPU adalah memfasilitasi pengguna Hak Pilih dan menjaga suara pemilih dari TPS sampai dengan selesai. Kita  patut berbangga karena pelaksanaan Pemilu di Indonesia sudah diakui oleh negara lain sebagai negara yang mampu mewujudkan Pemilu secara terbuka.

Oleh karena itu, KPU mempersiapkan Aplikasi SITUNG (Sistem Informasi Penghitungan Suara),  untuk menjadikan hasil Pemilu lebih berkualitas dan kredibel, dengan menggandeng  Tim dari Fasilkom Universitas Indonesia untuk menyempurnakan dan memberi inovasi pada Aplikasi SITUNG yang sudah pernah dipakai pada Pileg, Pilpres 2014 dan Pilkada Serentak 2015 untuk dapat digunakan kembali pada Pilkada Serentak 2017. Karena dengan adanya aplikasi SITUNG, maka keingintahuan publik untuk mengetahui hasil perolehan suara dengan cara cepat, efisien dan transparan dapat diakomodir oleh KPU melalui  portal https://pilkada2017.kpu.go.id/. Namun perlu diingat dan disampaikan kepada publik bahwa hasil yang ter upload tersebut hanya sementara bukanlah hasil final, karena hasil yang resmi adalah melalui Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan yang dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat Desa sampai dengan tingkat Kabupaten/ Provinsi.

Kemudian ada 3(tiga) hal yang mendasari perlunya  ada SITUNG ?  yang dikemukakan oleh Hadar Nafis Gumay , yaitu transparansi hasil pemilu, partisipasi masyarakat dan akurasi hasil pemilu. Bahwa tahapan yang paling penting adalah pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi hasil, keingintahuan masyarakat yang sangat besar akan hasilnya dapat memupuk prasangka curiga terhadap perjalanan suara dari tingkat TPS sampai dengan Kabupaten/ Kota dan Provinsi. Dengan semangat menjaga integritas dan netralitas, KPU RI berharap penggunaan Aplikasi SITUNG sebagai kontrol terhadap kinerja penyelenggara dan meningkatkan kualitas Pemilu akan mendapat apresiasi positif dari masyarakat.

Yang perlu dipedomani dalam penggunaan Aplikasi SITUNG adalah tepat jenis, tepat jumlah dan tepat waktu, pada  3(tiga) jenis penggunaan Aplikasi SITUNG, yaitu :

  1. Situng Pindai adalah Scan Form C1 (TPS) , DAA(Kelurahan/ Desa), DA1(Kecamatan), DB1(Kabupaten), dan DC1(Provinsi) untuk Pilgub;
  2. Situng Entry adalah melakukan pengisian Data Form C1;dan
  3. Penggunaan Aplikasi Excel Form DAA, DA1, DB1, dan DC1