Semarang-kpu-jatengprov.go.id- Sebagai Program Prioritas Nasional, KPU RI mentargetkan di Tahun 2017, pendirian Rumah Pintar Pemilu secara berjenjang yaitu dari tingkat Provinsi sampai dengan Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia sudah siap, oleh karena itu KPU Provinsi Jawa Tengah mengintruksikan kepada 35 KPU Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah untuk melakukan persiapan pembentukan Rumah Pintar Pemilu supaya bisa diselesaikan  pada Triwulan Pertama di Tahun 2017, karena pada triwulan Kedua nanti Jawa Tengah sudah mulai memasuki tahapan persiapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2018, sehingga jika dikerjakan di awal tahun akan lebih baik, demikian disampaikan oleh Ketua KPU Jawa Tengah, Joko Purnomo pada saat Rapat Kerja Monitoring Pelaksanaan Kegiatan TA.2017 dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan TA.2016, di Provinsi Jawa Tengah, tanggal 2 Maret 2017.

Kabupaten pertama yang sudah melakukan Launching Rumah Pintar Pemilu (RPP) di awal Tahun 2017 adalah KPU Kabupaten Sukoharjo, pada tanggal 24 Januari  yang menamakan RPP nya  “Rumah Demokrasi KPU Kabupaten Sukoharjo”, kemudian “Griya Pintar Pemilu”nya KPU Kabupaten Klaten pada tanggal 1 Maret, sedangkan untuk KPU Kabupaten/ Kota yang sudah melakukan Launching RPP di tahun 2016 seperti KPU Kab. Rembang , KPU Kab.Banyumas, KPU Kab.Pemalang, KPU Kab. Magelang, KPU Kota Magelang ,dan KPU Kab.Purworejo diminta untuk mengembangkan lagi desain dan konsep RPP yang sudah dibuat menjadi lebih baik lagi dari segi penyediaan sarana dan prasarana maupun materi seputar Kepemiluan. Kendala sebagian besar Kabupaten/ Kota dalam mempersiapkan RPP adalah keterbatasan ruangan yang dimiliki, sehingga mereka harus pintar memanfaatkan keterbatasan tersebut, kemudian perlu juga mempertimbangan RPP yang aksesible bagi penyandang disabilitas.

Supaya keberadaan RPP lebih hidup lagi, sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai Pusat Informasi Pemilu dan Pendidikan Pemilih, sebaiknya melakukan kerjasama dengan para pemangku kepentingan ataupun masyarakat umum untuk terlibat dalam kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih atau bisa juga dengan membentuk komunitas yang peduli dengan pemilu dan demokrasi sebagai salah satu upaya meningkatkan pembangunan demokrasi di Indonesia.